10 Pilhan Oleh-oleh Khas Banjarmasin dan Rekomendasi Tempat Membelinya

10 Pilhan Oleh-oleh Khas Banjarmasin dan Rekomendasi Tempat Membelinya

Kota seribu sungai, demikian julukan bagi Kota Banjarmasin. Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini memang dilewati oleh banyak sungai. Namun, tak hanya itu yang menarik dari Banjarmasin. Ada banyak penganan dan kerajinan khas Banjarmasin yang patut kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh. Dapatkan rekomendasinya hanya di Dress-Diaries.

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai yang Merupakan Salah Satu Destinasi Wisata Favorit

Dikenal sebagai kota seribu sungai, Banjarmasin memang memiliki lanskap dengan banyak sungai yang mengalir di seantero penjuru kota. Bukan cuma sungai, tapi Banjarmasin juga punya segudang sejarah, kesenian dan budaya, kekayaan alam, juga aspek geopolitik yang beragam.

Melihat Banjarmasin dari atas pesawat seakan melihat hamparan permadani lukis yang indah. Sungai Barito yang panjang terlihat seakan-akan membelah kota Banjarmasin. Di sungai terbesar di Kalimantan Selatan itulah terletak pasar terapung yang sudah terkenal ke mancanegara. Selain, tentu saja kota intan Martapura.

Di sini Kamu Bisa Membeli Oleh-oleh Khas Banjarmasin

Setiap berkunjung ke suatu kota, kurang lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh. Begitu pula jika kamu berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Cinderamata atau makanan khas daerah setempat bisa kamu dapatkan di pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Berikut beberapa sentra oleh-oleh yang bisa kamu kunjungi selama di Banjarmasin.

Sarahai

Ada banyak toko yang menjual oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Di antaranya terletak di Jalan Haryono MT No 56 B, Jalan Let. Jend. S. Parman, atau di Jalan Pangeran Samudera No. 65, Banjarmasin. Pusat perbelanjaan oleh-oleh ini menjual berbagai macam masakan dan aneka olahan khas Banjarmasin, seperti kacang garuk, amplang, dodol, dan lain sebagainya.

Toko Andalas

Sumber gambar ayowisata.wordpress.com

Ada banyak makanan khas kota ini yang sangat sayang jika kamu lewatkan. Sepeti wadai gapit, amplang, rimpi, dodol kandangan, wadai sagu, rabuk haruan, wajik, madu hutan, kerajinan tangan, dan masih banyak lagi.

Selain di Jalan Haryono MT, buah tangan khas Banjarmasin bisa kamu dapatkan di toko oleh-oleh khas Kalimantan Selatan, Andalas. Silakan langsung ke jalan Perintis Kemerdekaan No.12, RT 22, Ps. Lama. Meskipun toko ini sangat ramai didatangi pembeli, tapi jangan khawatir kehabisan karena stok yang dijual sangat banyak.

Oleh-oleh Khas Banjarmasin yang Bisa Dijadikan Pilihan

Beberapa ikon pariwisata Kalimantan Selatan seperti kerbau rawa, pasar terapung, soto banjar, mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan para wisatawan. Tapi bagaimana dengan oleh-oleh khas Banjarmasin? Berikut kami sajikan rekomendasi oleh-oleh khas Banjarmasin yang bisa jadi pilihan kamu untuk dibawa pulang.

Batu Mulia

Sumber gambar batumuliabanjarmasin.com

Pernah mendengar kota Martapura? Yap, kota ini terkenal sebagai penghasil batu mulia di Kalimantan Selatan. Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batu adalah pusat penjualan batu mulia ini. Batu mulia yang dijual disini dapat diolah menjadi kalung, gelang, cincin, atau ukiran-ukiran karakter. Lokasinya pun sangat strategis, sehingga jangan heran jika kamu akan melihat banyak wisatawan yang berkunjung di tempat ini.

Harga pernak-pernik yang terbuat dari batu mulia ini dibanderol dengan harga yang bervariasi, tergantung dari jenis batu yang dipilih. Ada yang seharga Rp 15 ribu, Rp 35 ribu, atau ada juga tas manik-manik yang dibanderol dengan harga Rp 70 ribu. Penjual pun berani mematok harga hingga ratusan juta rupiah untuk batu mulia sekelas sapphire dan sejenisnya. Sebelum membeli, kamu bisa menawar terlebih dahulu seperti di pasar tradisional pada umumnya.

Rabuk Ikan

Sumber gambar www.traveluxion.web.id

Satu hal yang tidak boleh kamu lewatkan kalau berkunjung ke Banjarmasin, apalagi kalau bukan Rabuk Ikan Haruan atau yang akrab disebut abon ikan haruan. Melimpahnya ikan haruan atau gabus di kota ini, membuat olahan ikan ini mudah dijumpai di rumah-rumah makan.

Masyarakat Kalimantan Selatan pun sangat menyukai olahan ikan haruan ini. Selain dagingnya yang lembut serta rasanya yang gurih, ikan haruan kaya akan protein.

Oleh-oleh rabuk ikan haruan ini dijual dengan harga berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 125 ribu rupiah per toples. Sangat cocok untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Abon ikan haruan ini juga dapat mempercepat penyembuhan luka dan mencegah penyakit stroke. Sajikan abon ini dengan nasi putih hangat.

Jika kamu tertarik dengan abon ikan haruan ini, silakan mengunjungi toko Sarahai di Jl. Pangeran Samudera No. 65 atau di toko Andalas.

Membuat Rabuk Ikan ternyata sangat mudah. Berikut kami sajikan resep untuk membuatnya. Selamat mencoba!

    Bahan-bahan yang Digunakan

  • 1 kg Ikan haruan besar (bisa diganti dengan Ikan Toman/sesuaikan dengan selera)
  • ½ kg santan

  • Bahan untuk Bumbu

  • 3 buah kemiri
  • 3 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1 batang serai
  • 1 ruas jari kunyit
  • 1 ruas jari laos
  • 2 ruas jari kencur
  • 1 ruas jari jahe (geprek)
  • 1 sdm ketumbar halus
  • Terasi secukupnya
  • Garam secukupnya

  • Cara Membuat

  • Haluskan semua bumbu.
  • Rebus ikan haruan yang sudah dibersihkan hingga matang, dinginkan dan buang tulangnya.
  • Masukkan bumbu, ikan haruan, dan santan. Aduk hingga daging hancur (gunakan api sedang).
  • Jika bumbu sudah berbau harum, berarti sudah matang. Angkat dan dinginkan.
  • Masukkan ke dalam wadah atau langsung disantap sebagai teman nasi putih yang hangat.

Amplang

Masih seputar kuliner khas Banjarmasin, pastikan kamu mencoba amplang khas Kalimantan Selatan. Kerupuk ini dikenal dengan nama “kuku macan” dan merupakan makanan favorit para wisatawan. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan pipih dan ikan tenggiri. Sentra pembuatan amplang yang terkenal ada dari kabupaten Kotabaru.

Tapi tenang, kamu tidak perlu harus pergi ke Kotabaru. Karena toko-toko yang menjual makanan khas di Banjarmasin juga sudah menyediakan stock amplang. Bagi kamu yang berminat dengan amplang khas Banjarmasin, silakan datang ke toko Sarahai di Jalan Pangeran Samudera. Kerupuk ini dijual dengan harga Rp 25 ribu per 250 gram.

Meskipun pembuatan amplang ini membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membuatnya. Berikut kami sajikan resep membuat amplang khas Banjarmasin:

Bahan-bahan yang Digunakan

  • 1 kg ikan tenggiri (haluskan). Dapat juga menggunakan ikan gabus atau lainnya.
  • 2 kg tepung kanji
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm bumbu penyedap
  • 1 gelas sedang air putih

Cara Membuat

  • Campur semua bahan (ikan, bawang putih, tepung kanji, bumbu, dan garam secukupnya) dalam sebuah wadah.
  • Tambahkan air dan uleni seperti adonan pempek. Ratakan.
  • Bentuk adonan menyerupai sosis tapi dengan ukuran sedikit besar. Sesuaikan dengan selera kamu. Biarkan sedikit mengeras.
  • Potong adonan dengan tebal 2 cm atau tipis.
  • Goreng potongan adonan hingga matang. Angkat dan tiriskan.
  • Sajikan kerupuk amplang yang telah matang.

Kue Rangai

Sumber gambar pesonanusantara.co.id

Pernahkah kamu mendengar kue Wadai Rangai? Jika belum, maka sebaiknya segera cari makanan khas asal Banjarmasin ini saat tiba di sana. Wadai Rangai adalah jenis kue yang terbuat dari sagu dengan rasa manis dan gurih.

Dulunya, kue ini hanya disajikan ketika acara-acara adat atau acara formal. Namun sekarang, kue ini sudah bisa dijadikan camilan keluarga. Sangat enak dinikmati dengan secangkir teh.

Wadai Rangai dapat kamu beli di toko Sarahai. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 23 ribu hingga Rp 27 ribu per kemasan.

Jika kamu tertarik untuk membuatnya, berikut kami sajikan resep selengkapnya:

Bahan-bahan yang Digunakan

  • ½ butir kelapa agak tua (kupas dan parut)
  • 1 ons tepung sagu aren
  • 1 ons ampas parut
  • ¼ kg gula merah (parut)
  • ¼ sdt teh garam

Cara Membuat

  • Kelapa parut dicampur dengan tepung sagu, ampas kelapa, dan garam. Aduk hingga merata.
  • Masukkan 1-2 sendok makan adonan ke dalam wajan panas dan ratakan hingga tipis.
  • Masak hingga kering dan matang. Taburi permukaannya dengan gula merah dan lipat menjadi dua.
  • Wadai Rangai siap disajikan.

Kaos Banjarmasin

Sumber gambar hymunk.wordpress.com

Kaos juga salah satu oleh-oleh yang kerap menjadi pilihan para wisatawan. Jika di Jogja ada kaos Dagadu, di Bali ada Joger, maka di Banjarmasin ada kaos HY-MUNK yang berarti senang dan bahagia. Kaos dari Banjarmasin ini memperlihatkan ensiklopedia budaya, adat istiadat, serta profil suku Banjar tanpa mengurangi unsur komersial dan artistik kaos tersebut.

Kaos ini sangat menarik dan eksotis untuk dipakai atau dikoleksi. Harga yang dibanderol mulai dari 70 ribu rupiah. Kamu bisa mendapatkannya di counter kaos Hy-Munk Banjarmasin di lantai dasar Duta Mall, di jalan A.Yani, atau di DAYAX d’Porte depan terminal kargo Bandara Syamsudinnoor.

Sasirangan

Sumber gambar 1001indonesia.net

Sasirangan adalah kain khas suku Banjar yang sering menjadi incaran para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Sasirangan mempunyai arti “proses pen-jelujur/lajur-an” yang disimpul dengan benang/tali lain, lalu dicelup untuk pewarnaan.

Kain sasirangan ini mempunyai 19 motif. Di antaranya adalah ombak menerjang batu karang, sarigading, bunga kacang panjang, bintang bertaburan di langit, jamur kecil, daun kangkung, irisan daun pudak, ular naga, daun bayam, daun jeruju, turun dayang (garis-garis), gigi ikan gabus, dan jumputan. Berdasarkan sejarahnya, setiap motif mempunyai fungsi yang berbeda. Ada yang digunakan untuk ritual adat, pengobatan, serudung, kemben, dan sebagainya.

Namun seiring perkembangan zaman, nilai kesakralan kain ini mulai luntur sebagaimana kegunaan di awalnya. Sasirangan dan telah menjadi produk seni dan komersil yang telah merambah hingga ke luar negeri.

Harga yang dibanderol pun berbeda-beda, tergantung bahannya. Untuk bahan katun dijual dengan harga Rp 85 ribu hingga Rp 95 ribu per 2 meter. Sedangkan sutera bisa mencapai harga Rp 250 ribu.

Tertarik untuk mendapatkan kain khas Banjar ini? Silakan datang ke seberang Masjid, Kota Banjarmasin. Ada banyak toko yang menjual sasirangan di tempat itu. Sasirangan bisa jadi alternatif untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Panting

Sumber gambar olx.co.id

Panting adalah alat musik petik dari Kalimantan Selatan. Bentuknya seperti gambus Arab berukuran lebih kecil dan dihias dengan ornamen ukiran pada beberapa bagian. Ukiran yang biasa dibuat adalah kepala naga pada bagian kepala Panting dan ornamen khas suku Banjar pada bagian lambung.

Ada beberapa hal yang diperhatikan untuk membuat Panting. Seperti desain bentuk instrumennya, garis pola ukiran bagian kepala, mengukir bagian kepala, melakukan pengecatan di bagian gagang, atau pewarnaan tepong,

Awalnya, Panting mempunyai tiga buah dawai, tali pertama disebut pangalik, tali kedua panggundah, dan tali ketiga agur. Dulunya, tali-tali ini terbuat dari haduk hanau (ijuk), serat kulit kayu bikat, serat nenas, dan benang mesin atau benang sinali. Namun, sekarang sudah ada yang dibuat dari benang nilon dan kawat/string.

Tidak hanya digunakan untuk bermusik, Panting juga terkadang dijadikan penghias ruangan. Panting dijual dengan harga berkisar Rp 850 ribu. Jika kamu tertarik dengan alat musik ini, datang saja ke sentra pengrajin di desa Pantai Hambawang Timur, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Miniatur Rumah Adat

Sumber gambar gp3hss.blogspot.co.id

Miniatur rumah adat juga boleh menjadi salah satu pilihan ketika sedang mencari oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Miniatur rumah adat ini biasanya terbuat dari kayu agatis. Ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan budaya Banjar. Bagi masyarakat Banjar yang sedang merantau, miniatur rumah adat ini bisa menjadi obat rindu terhadap kampung halaman.

Ada beberapa jenis rumah adat suku Banjar yang bisa kamu jadikan oleh-oleh. Diantaranya adalah tadah alas, cacak burung, balai kaki, joglog gudang, bubungan tinggi, dan sebagainya.

Harga jual miniatur rumah adat ini sangat bervariasi. Untuk miniatur rumah adat Bubungan tinggi dijual dengan kisaran harga Rp 450 ribu, Gajah Manyusu Rp 650 ribu, Palimbangan Rp 600 ribu, Balai Bini Rp 600 ribu, Gajah Baliku Rp 550 ribu, Balai Laki Rp 550 ribu, Cacak burung Rp 500 ribu, Palimasan Rp 600 ribu, dan Tadah Alas Rp 550 ribu.

Tertarik untuk membeli miniatur rumah adat ini? Datang langsung ke jalan A.Yani Km.39 No.23D, Gang Wiryo No.2, Martapura atau ke toko-toko souvenir lainnya.

Ikan Saluang

Sumber gambar makananoleholeh.com

Ikan saluang merupakan makanan khas Banjarmasin yang sangat enak dijadikan lauk atau sekadar camilan. Ikan ini sangat cocok digoreng. Tapi sebelumnya dibalut dengan tepung terlebih dahulu sehingga rasanya lebih gurih.

Kamu juga bisa membawa pulang ikan ini sebagai oleh-oleh karena sudah ada yang tersedia dalam kemasan. Uniknya, ikan saluang ini tidak mudah melempem meskipun disimpan berhari-hari. Harga ikan saluang per bungkus hanya Rp 25 ribu saja.

Ikan saluang dijual di toko Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Kamu juga bisa mendapatkannya di toko-toko yang menjual makanan khas Banjarmasin.

Untuk membuat ikan saluang ini, caranya pun cukup mudah. Berikut resep selengkapnya.

Bahan-bahan yang Digunakan:

  • 250 gram ikan saluang (siangi dan bersihkan)
  • 4 sdm tepung maizena
  • 4 sdm tepung tapioka
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng

Bahan untuk Bumbu

  • 3 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 1 jari kunyit berukuran 2 cm
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat

  • Haluskan semua bumbu halus dan taburi di atas ikan saluang yang telah dibersihkan. Aduk dan tiriskan hingga bumbu meresap.
  • Tambahkan tepung tapioka, tepung maizena, dan garam. Aduk hingga merata.
  • Masukkan 1 genggam ikan saluang ke dalam tepung kering. Goreng hingga warna kuning keemasan. Lakukan seterusnya hingga adonan habis.
  • Ikan saluang siap disajikan dengan nasi, sambal, dan lalapan.

Dodol Kandangan

Sumber gambar ksmtour.com

Satu lagi oleh-oleh khas Banjarmasin yang tidak boleh kamu lewatkan yaitu Dodol Kandangan. Dodol ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan gula aren sehingga rasanya cenderung manis. Disebut Dodol Kandangan karena penghasil terbesar dodol ini adalah kota Kandangan. Jarak kota ini dari Banjarmasin sekitar 135 kilometer.

Dodol ini tersedia dalam berbagai varian rasa. Namun, yang paling banyak diminati adalah rasa durian. Silakan kunjungi salah satu toko oleh-oleh terdekat dengan tempat kamu menginap. Harga jualnya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 9 ribu.

Jika kamu penasaran ingin membuat sendiri, berikut kami sajikan resep membuat Dodol Kandangan.

Bahan-bahan untuk Membuatnya

  • 200 ml santan kental (1 butir kelapa)
  • 800 ml air
  • 1 kaleng susu kental manis
  • 4 bungkus agar-agar
  • 1 bungkus cokelat bubuk
  • ¼ kg gula pasir
  • Kacang tanah secukupnya (goreng dan blender kasar)

Cara Membuat

  • Agar-agar, gula pasir, santan, susu kental manis, susu bubuk, dan air dicampur. Masak dan aduk hingga kental.
  • Masukkan adonan ke dalam cetakan. Dinginkan.
  • Taburi kacang tanah goreng yang telah diblender kasar.
  • Dodol dipotong-potong dan siap dihidangkan. Jika mau, dodol bisa dibungkus ke dalam plastik lalu sajikan.

Nah itulah rekomendasi oleh-oleh khas Banjarmasin sekaligus informasi tempat kamu bisa membelinya. Pastikan untuk tidak melewatkan oleh-oleh khas Banjarmasin ini saat kamu berkunjung ke sana. Kamu bisa memberikannya untuk keluarga, teman di kantor, atau kerabat dekat lainnya. Happy Holiday !

From our editorial team

Coba dahulu sebelum membeli banyak untuk dijadikan oleh-oleh!

Ada baiknya kamu mencoba atau mencicipi makanan khas Banjarmasin yang akan dijadikan oleh-oleh. Pastikan rasanya memang sesuai dengan lidah dan selera kamu. Jika kamu memang suka, maka lanjutkan dengan membeli makanan khas tersebut lebih banyak. Jika tidak, silakan cari makanan khas lain yang sesuai dengan seleramu. Sehingga kamu pun bisa merasa senang saat membagi oleh-oleh tersebut kepada sahabat ataupun kerabat.